Widodo: Cara Jitu Pemasaran Properti Zaman Now

Widodo: Cara Jitu Pemasaran Properti Zaman Now

- in People
Widodo, Marketing Communication Manager Cimanggis City.

Jakarta – Saat ini kebutuhan papan atau tempat tinggal adalah suatu keniscayaan. Bicara tempat tinggal, ada dua yaitu vertikal (apartemen) dan horisontal (rumah tapak). Pembangunan apartemen merupakan solusi atas problematika kian terbatasnya lahan bagi tempat tinggal di perkotaan.

Seiring kian bertambahnya kebutuhan hunian, pengembangan apartemen pun menjadi salah satu sektor bisnis dengan gula-gula keuntungan cukup manis. Tidak heran, jika dalam beberapa tahun terakhir hampir seluruh property developer baik yang berskala besar maupu kecil ramai-ramai memulai peruntungan di bisnis properti vertikal, dengan menawarkan proyek apartemen berikut segala macam keunggulan dan kelengkapan fasilitasnya.

Seiring perjalanan waktu, belakangan tidak semua developer sukses memasarkan proyeknya ke masyarakat luas. Dimana, proses pembangunan terpaksa berhenti di tengah jalan dan akhirnya unit-unit apartemen pun gagal diserahterimakan kepada pembeli. Bila hal itu terjadi, maka sudah barang tentu reputasi serta nama baik perusahaan menjadi taruhannnya lantaran kepercayaan masyarakat luas akan sulit didapat.

Namun jangan khawatir mengalami kegagalan. Sebab, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya yang membuat kita tidak bisa melakukan apa-apa. Jika dianalisa secara mendalam, penyebab ketidakberhasilan seperti itu bukan semata dipicu oleh turunnya minat masyarakat untuk membeli hunian, tapi terkadang hanya masalah strategi atau cara memasarkan yang masih kurang tepat. Berikut adalah beberapa langkah menuju sukses pemasaran properti:

Awareness

Product awareness atau pengenalan produk properti khususnya apartemen harus dilakukan tepat sasaran, sesuai target yang akan dituju. Misalnya, saat memasarkan apartemen seharga kurang dari Rp1 miliar, tentu berbeda dengan yang dijual di atas Rp1 miliar. Karenanya, kita harus bisa memahami karakteristik masing-masing calon konsumen dengan daya di kisaran kedua harga tersebut, mulai dari demografi hingga aktivitas kesehariannya.

Sebab, dari data itulah seorang marketer memulai mengkomunikasikan produk properti apartemen secara bertahap sebagai langkah awal pemasaran hingga lebih mudah dalam melakukan marketing dealing. Meski apartemen tersebut sebenarnya bisa dibeli siapa dan dimana saja, akan tetapi prosentase terbesar pembeli umumnya berasal dari masyarakat sekitar atau radius 5 kilo meter dari lokasi proyek. Selain itu, dalam mengkomunikasikan produk tepat sasaran, kita juga harus memahami keseuaian antara konten marketing tools dengan harga apartemen serta segmen pasar yang dituju. Misalnya, soal pemilihan desain dan warna pada flayer atau product identity lainnya.

Activation

Kegiatan pemasaran yang mengutamakan penjualan langsung. Ini sangat erat kaitanya dengan aktivitas kegiatan marketing. Misalnya, mengadakan pameran di mall–mall strategis yang memiliki tingkat pengujung sesuai target, menggelar special event di kantor pemasaran, pemasangan spanduk serta billboard, ikaln media massa (radio, televisi, cetak, online), medsos dan lainnya.

Untuk special event harus dilaksanakan secara kontinu per bulan dengan konsep sangat menarik dan tema yang bervariasi sehingga tim sales bisa lebih mudah mengundang customer. Bila pelaksaan akan digelar di penghujung bulan, maka sejak awal bulan segala hal terkait kegiatan termasuk tema special event harus dikomunikasikan terlebih dahulu kepada internal marketing karena mereka yang akan diberi tanggung jawab untuk mendatangkan customer. Kemudian, mulai dikampanyekan kepada masyarakat luas.

Selanjutnya, suasana dan nuansa ruangan serta marketing lobby harus ditata sedemikian rupa sehingga sesuai dengan tema acara yang diusung. Ini, bertujuan agar setiap calon customer yang datang mendapatkan experience (pengalaman) lebih sehingga lebih mudah meyakinkan tentang berbagai keunggulan apartemen yang akan mereka beli. Kemudian, setelah semua aktivasi tersebut dilaksanakan maka harus ada evaluasi untuk mengukur seberapa efektifitas kegiatan–kegiatan promosi yang telah dijalankan. Alhasil, biaya yang telah dikeluarkan untuk penyelenggaraan event itu tidak terbuang sia–sia.

Media Release

Hubungan baik dengan media massa harus terus dibina sehingga pemberitaan yang masif bisa tercipta. Sebab, nantinya media inilah yang akan menyampaikan informasi tentang bagaimana progres pembangunan, kegiatan–kegiatan promosi, dan aktivitas lain yang sedang dilakukan oleh developer. Idealnnya, setiap bulan dibuatkan materi release untuk diberitakan agar produk properti yang sedang dipasarkan tetap eksis di mata publik.

Manfaatkan Media Digital

Saat ini pengguna internet di Indonesia mengalami pertumbuhan sangat signifikan, telah mencapai 140 jutaan orang. Untuk mengaksesnya pun semakin mudah, bisa melalui personal computer (PC/dekstop) maupun mobile. Karenanya, kini berpromosi di internet sudah merupakan suatu keharusan. Sebagai langkah awal, kegiatan promosi ini dapat dilakukan dengan pembuatan internal website perusahaan dengan konten berbagai informasi produk properti yang akan dipasarkan. Selanjutnya, bisa memanfaatkan portal-portal online atau media sosial (medsos) seperti facebook, twitter, dan whatsup. Melalui internet inilah kita bisa menemukan calon customer yang sesuai target.

Sales Performance

Widodo, Marketing Communication Manager Cimanggis City (kanan) tengah memberikan penjelasan tentang special event.

Terakhir, setelah kegiatan–kegiatan pemasaran berjalan, maka hal paling penting dan tidak boleh diabaikan adalah kemampuan tim sales, sebagai marketer yang melakukan penjualan langsung. Tim ini harus punya militansi cukup kuat dalam mencari calon customer sehingga produk yang ditawarkan benar–benar dapat terjual dengan baik. Untuk dapat mencetak sales yang bagus harus sering mengadakan coaching atau training penguasaan product knowledge secara detail serta memberikan motivasi secara rutin. (*)

Facebook Comments