Sentul Alaya Rilis Klaster Baru Semester II-2019

Sentul Alaya Rilis Klaster Baru Semester II-2019

- in Project

Bogor – Bogor – PT Karya Bintang Gemilang (KBG), semakin agresif bermain di bisnis dan industri properti. Hal ini terlihat dari kepercayaan diri mereka yang akan meluncurkan klaster keempat Perumahan Sentul Alaya, pada akhir Semester II-2019 sebanyak 300 unit hunian seharga mulai dari Rp3 miliar ke atas.

Optimisme tersebut seiring dengan kesukesan penjualan tiga klaster hunian tapak sebelumnya yang meraup penjualan lebih dari Rp500 miliar. “Klaster keempat ini menyasar segmen pasar lebih tinggi dari tiga klaster sebelumnya. Ini untuk kelas atas. Sebelumnya Allegro, Grandioso, dan Cadenza untuk kelas menengah atas,” tutur Direktur Marketing KBG Syukurman Larosa, di Gallery Marketing Sentu Alaya, Selasa (29/4).

Syukurman mengatakan, konsumen yang meminati Sentul Alaya memiliki profil yang unik dan berbeda. Mereka, yang sebagian besar merupakan warga Jakarta, bukanlah invesitor yang sengaja membenamkan dananya dan mengharapkan keuntungan ganda.

Sebaliknya, konsumen perumahan seluas 34 hektar ini merupakan end user yang benar-benar mendiami rumahnya. Kendati hanya seminggu sekali, namun mereka menggunakannya sebagai tempat tinggal. “Rumah di Sentul Alaya ini tidak hanya mereka jadikan aset sebagai instrumen investasi melainkan benar-benar didiami,” sambung Syukurman.

Selain klaster keempat, KBG juga akan memasarkan apartemen setinggi 13 lantai, di mana per lantai hanya mencakup 10 unit. Tipe studio seluas 34 meter persegi ditawarkan sekitar Rp 500 juta hingga Rp 600 jutaan. Unit paling mahal kurang dari Rp 1 miliar. “Apartemen ini ditujukan untuk konsumen yang ingin memiliki hunian di Sentul Alaya namun dengan harga lebih kompetitif,” kata Syukurman.

Saat ini, KBG masih melakukan proses uji pasar guna melihat preferensi, sehingga didapat strategi yang tepat dalam mengantisipasi tren yang dibutuhkan pasar. Namun demikian, Syukurman yakin, apartemen ini dapat diserap mengingat kinerja tiga klaster hunian tapak sebelumnya yang telah terjual 95 persen dari total 437 unit.

Pertumbuhan harga ketiga klaster itu pun sangat signifikan yakni rata-rata 50 persen selama enam tahun dikembangkan sejak 2012 lalu. Selain itu, kebutuhan rumah akan tetap ada, meski krisis sekalipun, penjualan masih terus terjadi. “Konsumen memiliki dana, namun produk yang sesuai dengan kebutuhan tak ada. Jadi mereka menahannya. Nah, kami menyasar konsumen semacam ini,” tambah dia.

Facebook Comments