SCG Lebarkan Sayap Bisnis ke Industri Plastik

SCG Lebarkan Sayap Bisnis ke Industri Plastik

- in Building Material

Jakarta – Kelompok bisnis Siam Cement Group (SCG) terus mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Teranyar, perusahaan asal Thailand ini mulai merambah ke sektor industri kimia, dengan menanamkan investasi sebesar 50 persen di PT Nusantara Polymer Solutions. Perusahaan itu merupakan produsen plastik.

Selama ini SCG dikenal sebagai perusahaan produsen semen dan material bangunan. Namun, sejatinya SCG mempunyai aneka produk yang berhubungan dengan industri properti dan konstruksi, antara lain readymix, precast, material bangunan seperti papan gipsum, atap, dan bata ringan (lightweight concrete blocks).

“Ada tiga bisnis utama kami di Indonesia, semen dan material bangunan, packaging (pengemasan), serta chemical (kimia). Untuk market share-nya tergantung dari jenis bisnis itu sendiri,” kata Country Director SCG Indonesia Nantapong Cantrakul, usai Buka Puasa Bersama media, di Jakarta, Selasa (22/5).

SCG melalui PT Chandra Asri memiliki market share sebesar 30%, sedangkan untuk industri semen sekitar 2%. Produksi semen SCG di Indonesia sebanyak 1,8 juta ton per tahun dengan lokasi pabrik di Sukabumi. Jumlah itu masih lebih kecil dibanding kompetitor lain. “Pabrik di Sukabumi itu didirikan tahun 2015. Produksinya lebih kecil daripada produsen semen lain yang ada di Indonesia. Makanya market share-nya pun relatif kecil,” ucapnya.

Namun, Nantapong optimistis bahwa bisnisnya akan tumbuh dan berkomitmen untuk terus mengembangkannya di Indonesia melalui berbagai produk. Saat ini ada 27 perusahaan subsidi di bawah naungan SCG. Perusahaan terbaru yang didirikan yaitu PT Nusantara Polymer Solutions, produsen plastik berkualitas tinggi. Di perusahaan ini, SCG menanamkan kepemilikan 50%.

Selain bisnis, tutur Nantapong, SCG juga melakukan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) untuk membantu mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Proyek CSR-nya antara lain melakukan renovasi toilet sekolah, pelatihan bagi siswa sekolah menengah atas, dan pemberian beasiswa yang berkelanjutan selama 7 tahun.

 

Passion for Batter

Sementara itu, pihaknya juga mengumumkan sejumlah hal baru yang terjadi dalam geliat bisnisnya di Indonesia. Hal pertama, adalah perubahan slogan perusahaan menjadi “Passion for Better”. “Kami ingin memperkenalkan slogan baru perusahaan tersebut ke masyarakat Indonesia. Melalui slogan baru ini, kami berharap bisa ikut membantu mewujudkan kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik,” katanya Nantapong Cantrakul.

Hal itu dilakukan setelah ekspansi usaha dalam bisnis di industri kimia dengan menanamkan investasi sebesar 50% di PT Nusantara Polymer Solutions. Perusahaan itu merupakan produsen plastik. Kerja sama ini bertujuan mengembangkan bisnis dengan produk yang bervariasi dan tetap berkualitas tinggi di Indonesia dan kawasan ASEAN. “Kerja sama ini dilakukan karena kami melihat peluang bisnis yang ada,” ujarnya.

Selain itu, salah satu anak perusahaan SCG, yatu PT Keramika Indonesia Assosiasi, telah meluncurkan produk keramik baru dalam event Keramika Fair 2018 pada Maret lalu di Jakarta. Untuk di bisnis semen, Nantapong mengatakan, SCG Indonesia memproduksi semen sebanyak 1,8 juta ton per tahun.

Semen tersebut dihasilkan dari pabrik yang berada di Sukabumi. Dia mengaku jumlah itu masih lebih kecil dibanding kompetitor lain. “Pabrik di Sukabumi didirikan tahun 2015. Produksinya lebih kecil daripada produsen semen lain yang ada di Indonesia. Makanya market share-nya pun relatif kecil, yaitu sekitar 2 persen,” Nantapong Cantrakul.

Saat ini ada 27 perusahaan subsidi yang berada di dalam kelompok usaha SCG dengan aneka produk, di antaranya readymix, precast, serta material bangunan, seperti papan gipsum, atap, dan bata ringan.

Sementara itu, dalam keterangan tertulisnya, dilaporkan bahwa pada kuartal pertama 2018, SCG Indonesia memiliki total aset Rp21,064 triliun. Sedangkan untuk revenue penjualan sebesar Rp3,181 triliun. Angka itu menunjukkan peningkatan 17% dari tahun sebelumnya.

President and CEO of SCG Roongrote Rangsiyopash mengatakan, meskipun kompetisi bisnis saat ini sangat ketat, baik di Indonesia maupun kawasan ASEAN, serta bertambahnya biaya bahan mentah, bisnis SCG pada kuartal pertama 2018 masih lebih baik dari periode sebelumnya.

“Semoga ini bisa berkontribusi sesuai tagline baru perusahaan, yaitu Passion for Better. Kami juga menggunakan teknologi terbaru untuk melakukan inovasi untuk memberikan solusi kepada para pelanggan di seluruh wilayah ASEAN,” tutur Roongrote.

Facebook Comments