Menawan, Cuan Bisnis Properti Kota Hujan

Menawan, Cuan Bisnis Properti Kota Hujan

- in Analysist

Bogor – Kendati mengalami pasang surut pasar, tapi pengembangan apartemen secara umum di Kota Hujan diprediksi akan semakin menjanjikan ‘cuan’ yang menawan.

Sekitar era 2010-an, pembangunan apartemen mulai marak di seluruh Indonesia. Kian terbatasnya lahan dengan harga yang terus melambung di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan, disinyalir menjadi salah satu faktor pemicunya.

Kala itu, pengembangan apartemen dinilai menjanjikan gula-gula bisnis nan manis. Tidak heran, bila hampir seluruh property developer besar turut ambil bagian menyemarakkan pasar hunian vertikal nasional. Bahkan, banyak pengembang baru pun tak mau ketinggalan mencicipi gula-gula bisnis hunian jangkung tersebut.

Sejumlah pengembang raksasa sekelas Agung Podomoro Land, Agung Sedayu, Ciputra Group, Sinar Mas Land, dan Summarecon Group sudah lebih dulu menikmati manisnya bisnis apartemen. Dimana, Jakarta merupakan lokasi pertama yang dipilih sebagai wilayah pengembangan bisnisnya. Menyusul, daerah-daerah penyangga ibukota seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang.

Tak pelak, selang lima tahun, ratusan tower telah berdiri di se-antero Jabodetabek serta kota-kota besar seluruh Indonesia. Data Jones Lang LaSalle (JLL) per April 2018 menyebutkan, sebagian besar pasokan apartemen berada di wilayah Tangerang, Banten. Diikuti wilayah timur Jakarta, yakni Bekasi yang memasok apartemen dalam jumlah besar.

Menurut JLL, dari total 106.000 unit pada 140 proyek, sebanyak 53% pasokan berada di Tangerang, sementara di Bekasi jumlahnya sekitar 21%. Sedangkan di Depok, persentasenya mencapai 16% dan Bogor sebanyak 11%. Dari segi permintaan, apartemen yang paling dicari di luar Jakarta adalah berukuran lebih kecil dan harga terjangkau, tidak lebih dari Rp1 miliar. Sementara untuk tipe unit, pembeli tertarik atau cenderung mencari tipe studio, 1 kamar tidur, dan 2 kamar tidur.

Marketing Director Be Residence Tri Sutedy, di kantornya, Jl. Pajajaran No. 77 Kota Bogor, mengatakan, prosentase pasokan yang minim menunjukkan bahwa ceruk pasar apartemen di Kota Bogor masih terbuka lebar. Karena itu, dirinya optimis kendati mengalami pasang surut tetapi apartemen di kawasan Bogor tetap diminati baik oleh investor maupun pengguna.

Tri Sutedy menyebut, ada beberapa alasan yang membuat minat masyarakat masih tinggi sehingga pembangunan apartemen di ‘Kota Hujan’ berpotensi semakin berkembang, yaitu pertama; harga masih terjangkau.

Kondisi Kota Bogor sedang berkembang sehingga harga apartemen di kawasan ini masih sangat terjangkau. “Hal inilah memikat minat masyarakat tinggal di Bogor. Kini, saat yang tepat untuk meraup keuntungan dari investasi apartemen. Beli saat harganya murah dan jual kembali saat harganya sudah tinggi,” paparnya.

Kedua, lanjut dia, rencana pengembangan infrastruktur transportasi besar-besaran yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor. Ketersediaan akses transportasi publik yang memadai mulai dari Bus Rapid Transit (BRT), Commuter Line, hingga Mass Rapid Transit (MRT) akan semakin memudahkan penghuni apartemen dalam menjalankan berbagai aktivitas kesehariannya.

“Pembangunan proyek LRT (Light Rapid Transit) di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor yang nantinya terkoneksi hingga Kota Bogor tentu bakal semakin meningkatkan nilai apartemen di kawasan Kota Bogor,” imbuhnya.

Ketiga, lokasi dekat dengan Jakarta. Apartemen di Bogor bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang bekerja di Jakarta. Sebab, selain menawarkan harga terjangkau, secara geografis letak wilayah Bogor dekat dengan Jakarta. Keempat, lingkungan masih asri nan sejuk. Warga Jakarta meyakini kesegaran suasana akan membuat segala aktivitas terasa lebih nyaman.

“Alasan terakhir, Bogor memiliki banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi, mulai dari wisata alam atau pegunungan, wisata kuliner dengan berbagai macam makanan khasnya, hingga wisata perbelanjaan seperti mall dan factory outlet,” tukas Sutedy.

Facebook Comments