Masyarakat Desa Kuwarisan Panjer Gelar Haul Syaikh Ibrohim Asmorokondi

Masyarakat Desa Kuwarisan Panjer Gelar Haul Syaikh Ibrohim Asmorokondi

- in Leisure, Lifestyle, News In Brief

Kebumen – Masyarakat desa Kuwarisan Panjer, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen menggelar acara haul Syaikh Ibrohim Asmorokondi di Masjid Banyumudal, Jum’at, (27/9/2019). Syaikh Ibrohim Asmorokondi merupakan Tokoh Ulama besar yang menurunkan para tokoh ulama besar di tanah Jawa.

Para peserta haul Syaikh Ibrohim Asmorokondi datang dari berbagai kalangan. Selain warga Dusun Kuwarisan Kelurahan Panjer, keturunan Syaikh Ibrohim dari berbagai daerah pun ikut hadir.
Tak heran setiap tahun jumlah peserta Tumpeng dan Ingkung haul Syaikh Ibrohim Asmorokondi semakin banyak bahkan mencapai ribuan.

Pelaksanaan haul ini biasanya digelar pada Jum’at Kliwon atau jika tidak ada hari Jum’at Kliwon pada bulan itu, maka  dilaksanakan pada hari Jum’at Pon.

Tahun 2005 acara haul ini berhasil masuk Musium Record Indonesia (MURI) dan mendapatkan penghargaan Tumpeng dan Ingkung terbanyak di Indonesia sebanyak 4557. Sebagai penerima Piagam MURI adalah Hj Rustriningsih,M.Si, Bupati Kebumen saat itu.

Pada tahun 2018 perayaan Ingkungan Syuran dilaksanakan pada Hari Jum’at Pon  Tanggal 5 Oktober 2018 dengan peserta mencapai ribuan. Saat itu haul diikuiti oleh  sekitar 6500 KK atau 6200 ingkungan Dan tumpeng.

Sedangkan Tahun 2019 acara haul digelar pada Jumat Kliwon tanggal 27 September 2019 dengan tumpeng dan Ingkung yang dibawa peserta mencapai 6600 buah.

Wakil Bupati Kebumen, Arif Sugianto yang hadir dalam acara haul berharap masyarakat dapat mencontoh tauladan Syaikh Ibrohim Asmorokondi, sang ulama yang berasal dari Asia timur itu.

Prosesi Sakral dan Unik

Acara haul ini penuh prosesi yang Sakral dan juga unik. Acara dimulai sejak Jum’at pagi, para tokoh masyarakat menyembelih Ayam Jantan atau jengger yang sehat dan tidak cacat atau ayam betina tetapi belum pernah bertelur tentunya yang sehat,tidak cacat dan bersih.

Kemudian dimasak dengan cara digulai dan memasukan ayamnya dalam keadaan diingkung. Uniknya, selama proses memasak tersebut tidak boleh dicicipi sampai sebelum diberi doa tahlil setelah sholat jum’at.

Usai sholat Jum’at, Tumpeng dan Ingkung dibawa ke Masjid bersama keluarga dan acara dimulai dengan kirab Tumpeng dan Ingkung dari Balai Desa /Kelurahan Panjer.

Tumpeng dan Ingkung dibawa dengan  ditandu menuju Masjid Banyumudal. Dengan diiringi Kesenian tradisonal warga membawa Tumpeng dan Ingkung dengan cara digendong ada pula yang dengan menggunakan becak.

Kegiatan Inti dari acara haul ini adalah pembacaan Tahlil yang diimami oleh Tokoh Agama/Ulama dilanjutkan dengan serah terima ingkung dari Lurah selaku Pimpinan Desa kepada Bupati.

Tumpeng yang dipotong-potong diserahkan kepada masyarakat melalui tokoh agama dan masyarakat serta undangan Untuk kemudian dimakan bersama-sama.

Acara Syuran (sukuran) dengan cara membawa Tumpeng dan Ingkung di Dusun Kuwarisan Panjer ini tidak lepas dari sejarah Tokoh Ulama Besar Syaikh Ibrohim Asmorokondi yang melakukan Syiar Islam di Tanah Jawa dan berdirinya Masjid Banyumudal sebagai sarana tempat ibadah pertama di Kebumen.

Masjid Banyumudal adalah Masjid yang diyakini didirikan oleh Syaikh Ibrohim Asmorokondi merupakan seorang ulama besar yang berasal dari daerah Asia Timur.

Ia hidup pada masa Raja Campa sekitar pertengahan abad 15 Masehi ( Daerah Demak-Jepara) dan mengajak Raja Cempa pada waktu itu untuk memeluk agama Islam.

Facebook Comments