Kebumen Gelar ‘Karpet Merah’ bagi Investor

Kebumen Gelar ‘Karpet Merah’ bagi Investor

- in News In Brief
KIKA: Pemimpin Redaksi Mikronews.com Mukhtar Wijaya, Praktisi Branding Widodo, Bupati Kebumen Yazid Mahfudz.

Jakarta – Kebumen merupakan salah satu dari 35 kabupaten di provinsi Jawa Tengah. Terdiri dari 26 kecamatan, 449 desa, 11 kelurahan, dengan total penduduk mencapai 1,3 juta jiwa. Memiliki pantai sepanjang 67 kilo meter pada sisi selatan serta pegunungan di utara.

Keindahan pantai serta panorama alam pegunungan yang dimiliki Kabupaten membuka lebar potensi pengembangan sektor pariwisata. Nama Kebumen dalam industri pariwisata memang masih kalah pamor dengan  Semarang, Wonosobo dan Solo. Namun jangan salah wilayah ini menyimpan pesona wisata yang tak kalah dengan daerah lain di Indonesia.

Wisata Kebumen langsung berbatasan dengan Samudera Hindia pada sisi sebelah selatan. Sementara pada bagian utara, Kebumen berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara. Kondisi geografis ini membuat wisata pantai di wilayah ini memiliki keunikan masing-masing.

Bisa dikatakan tempat wisata di Kebumen lebih didominasi oleh objek wisata pantai. Meski demikian bukan berarti Kebumen minim potensi wisata lainnya. Sebut saja, Brujul Adventure Park, Bukit Jerit, Bukit Pentulu Indah, Goa Jatijajar, Pantai Laguna Puring, Pantai Surumanis, Pantai Menganti, dan Pantai Wedi Putih.

Bupati Kebumen Yazid Mahfudz mengatakan, pembangunan infrastruktur transportasi seperti double track kereta, jalan tol lintas Jawa, dan bandara yang semakin massif di seluruh Nusantara menjadikan wilayah Kebumen semakin strategis serta mudah dijangkau dari berbagai wilayah.

“Saat ini pemerintah pusat tengah merampungkan pembangunan Bandara Kulon Progo dan Bandara Wirasaba, Purbalingga. Ini tentu akan menguntungkan kami, karena wilayah Kebumen diapit oleh dua bandara tesebut,” kata Yazid, kepada mikronews.com, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, pihaknya saat ini tengah mengembangkan beberapa destinasi wisata unggulan seperti Goa Jatijajar, Pantai Suwuk, dan Pantai Menganti, guna menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke Yogyakarta melalui Bandara Kulon Progo dan Wirasaba Purbalingga. “Jarak Kebumen dengan kedua bandara tersebut hanya sekitar satu jam,” imbuhnya.

Yazid optimis bila pengembangan berjalan lancar maka sektor praiwisata akan berkontribusi besar tehadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehinga roda perekonomian daerah dapat bergerak lebih cepat. “Sekarang, kontribusinya baru sekitar Rp9 miliar. Kami mohon do’a restu dan dukungan dari seluruh masyarakat termasuk investor lokal maupun asing agar pengembangan ekonomi Kebuman berjalan sesuai rencana,” harapnya.

Seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kebumen akan memberi kemudahan serta jaminan kepastian bagi siap saja yang bersedia menanamkan modalnya pada berbagai sektor ekonomi potensial di Kebumen. Saat ini, tengah menyiapkan area seluas 59 hektare untuk kawasan industri. “Sebagai stimulus, izin buka usaha kami permudahah dan gratis,” kata Yazid.

Diakui, sejak dirinya menjabat bupati pada beberapa bulan lalu, banyak pengusaha lokal maupun asing yang tertarik membenamkan investasinya di Kebumen. Bahkan, sebagian dari mereka sudah menyatakan komitmennya. “Beberapa bulan ini nilai investasi yang sudah masuk mencapai Rp389 miliar,” ujar Yazid.

Dia berharap, kendati Kebumen ke depan mengalami kemajuan namun tetap mempertahankan kearifan lokal yang dimiliki. “Jadi, wilayah Kebumen boleh berkembang pesat tapi nilai-nilai luhur dari kultur serta budaya asli daerah harus tetap terjaga dengan baik,” tambahnya.

City Branding

Sementara itu, Praktisi Branding kelahir Kebumen, Widodo mengungkap, eksistensi kota harus bisa ditunjukan melalui kegiatan branding yang terencana dengan kemasan apik sehingga masyarakat luas lebih mengenalnya. “Aktivitas branding sangat penting untuk memperkenalkan berbagai keunggulan yang dimiliki daerah atau kota,” katanya.

Bentuk branding yang dimaksud antara lain menyelenggarakan program-program kegiatan dengan mengangkat konten lokal maupun potensi sumber daya alam yang ada untuk ditawarkan kepada pihak luar. Selanjutnya, menggandeng berbagai pihak termasuk media massa agar aktivitas branding tersebut dapat terpublikasi dengan baik.

“Dengan begitu, seluruh lapisan masyarakat dapat lebih mengetahui tentang keunggulan dan prestasi yang diraih pemerintah daerah atau kota. Alhasil, bukan saja mereka sekedar tertarik meberikan berbagai masukan akan tetapi bersedia menjadi bagian dari kemajuan yang diinginkan,” papar Widodo.

Dia menambahkan, tidak dapat dipungkiri bahwa media massa mapun media sosial saat ini sudah menjadi senjata paling ampuh dalam mempromosikan kota. Mereka senantiasa akan meng-update informasi tentang perkembangan serta potensi daerah. “Saat ini, Kebumen sedang menuju ke arah itu,” pungkasnya.

Facebook Comments