Hendra Tanizar: Dream and Family

Hendra Tanizar: Dream and Family

- in People

Serpong – Itulah spirit yang selalu memacu semangat sosok marketer muda fashionable ini dalam menapaki karir di dunia properti. Pemilik nama Hendra Tanizar itu tak mau menyia-nyiakan waktu mudanya untuk berleha-leha dan bergantung pada kedua orang tua.

Sejak usia belia, Hendra – sapaan akrabnya – sudah bergerak cepat mengejar target guna mewujudkan impian hidup, bermanfaat bagi orang banyak serta membahagiakan keluarga. Sebab, bila impian tak sesegera mungkin digapai maka nasib keluarga akan tergerus oleh waktu. Sebaliknya, sudah otomatis peluang keberhasilan bakal lebih banyak manakala kita terus bergerak sesuai target.

Selain itu, dalam usia muda tingkat produktivitas seseorang juga masih mantap. Bila dalam perjalanan menemui masalah bahkan gagal, maka hal itu dianggap hanya sebuah pelajaran yang membuat langkah ke depan menjadi semakin optimis.

“Semua orang pasti pernah mengalami hal itu. Tapi, tentu saya berharap setiap langkah mencapai tujuan menjadi berkat bagi semua orang, dengan tetap memastikan keputusan-keputusan yang diambil sudah penuh kehati-hatian,” tutur ayah satu putra ini kepada Urban City, usai serah terima unit Parkland Avenue, pekan lalu.

Pria berkacamata ini mengawali karir di dunia properti sebagai sales executive pada usia 23 tahun. Kala itu, tahun 2012, dirinya tergolong seorang marketer paling muda yang menangani pemasaran proyek Serpong Green View, di bilangan Tangerang Selatan. Namun perkembangan karirnya terbilang cepat, hanya selang enam bulan sudah dipercaya memegang jabatan sales manager.

Bahkan, selain Serpong Green View, pada enam bulan kemudian dirinya dipercaya menangangi pemasaran dua proyek lain – Pergudangan T-One dan Akasa. Kemudian, pada Februari 2017 bergabung dengan PT Trimitraland sebagai Head of Sales & Marketing.

“Saya merasa paling beruntung sekaligus bangga bisa bergabung di Trimitraland, perusahaan yang punya komitmen tinggi dalam menghadirkan produk berkulitas dengan pembangunan tepat waktu,” ungkap Hendra.

Dirinya bertekad mempersembahkan prestasi terbaik bagi perusahaan, setidaknya bisa mengulang kesuksesan seperti pada penanganan proyek properti sebelumnya. Caranya, create inovasi untuk menciptakan diferensiasi dengan mengimplementasikan teori ATM (amati, tiru, dan modifikasi).

“Hidup itu selalu berubah, dimana cara kerja dan bisnis pun pasti berubah. Untuk dapat menyesuaikan dengan perubahan, kita bisa mengamati lingkungan sekitar, lalu create sesuatu yang berbeda sehingga jadi pusat perhatian,” papar Head of Sales & Marketing Trimitraland ini.

Bagi dia, industri properti punya peluang besar untuk berkembang pesat di masa mendatang. Sebab, properti merupakan kebutuhan utama masyarakat yang akan terus bertambah. “Karena itulah saya terjun ke dunia properti,” pungkas jebolan Manajemen Informatika salah satu perguruan tinggi ternama di Jakarta ini.

Facebook Comments