Geo Run Kebumen 10K Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

Geo Run Kebumen 10K Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

- in News In Brief

Kebumen – Gelaran “Geo Run De Krakal Kebumen 10K” yang dilaksanakan perdana pada Minggu (4/7) lalu oleh Pemda Kabupaten Kebumen, diharapkan menjadi agenda rutin tahunan. Hal itu penting, mengingat Kebumen saat ini sedang mendorong pariwisata sebagai salah satu sektor ekonomi unggulan.

Seperti diketahui, akhir pekan lalu, sebanyak 1.396 atlet mengikuti lomba lari Geo Run De Krakal Kebumen 10K 2019. Para atlet tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Geo Run De Krakal Kebumen 10K dilepas oleh Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, dari depan Pendopo Rumah Dinas Bupati, Minggu pagi pukul 07.00 WIB.

Dalam acara tersebut, Wakil Bupati H Arif Sugiyanto SH, Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede, Dandim 0709 Letkol Inf Zamril Philiang, Sekda Ahmad Ujang Sugiono, serta sejumlah pejabat lainnya turut mendampingi Bupati Kebumen.

Yazid Mahfudz mengatakan, kegiatan itu diselenggarakan sebagai salah satu komitmen Pemkab Kebumen untuk mempromosikan Geopark Karangsambung-Karangbolong. “Para peserta finish di Krakal, yang merupakan salah satu wilayah geopark disisi utara Kabupaten Kebumen,” ujarnya.

Bupati Kebumen berharap, kegiatan Geo Run dapat menjadi agenda rutin Kabupaten Kebumen. Namun, dengan mengambil lokasi rute perlombaan melewati kawasan geopark lainnya. “Saya menghibau kepada peserta lomba setelah mengikuti lomba lari ini dapat membawa kenangan indah tentang Kabupaten Kebumen dan selalu ingat untuk berkunjung kembali dengan membawa para atlet lainnya,” ungkap dia.

Kabid Pemuda dan Olahraga Disporawisata Kebumen Rumadi menambahkan, dari 1.396 peserta terbagi dalam empat kategori, yaitu umum putra 893 atlet, umum putri 58 atlet, pelajar putra 380 atlet dan pelajar putri 65 atlet. “Jarak tempuh lomba lari ini 10 kilometer star dari Alun-alun Kebumen dan finish di Pemandian Air Panas Krakal,” paparnya.

Lebih jauh Rumadi menjelaskan, lomba lari tingkat nasional tersebut diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Kebumen ke-390. Selain itu, juga untuk membumikan Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat pada 30 November 2018 lalu. “Hadiah yang disiapkan untuk para pemenang total Rp 105 juta,” terangnya.

Adapun para pemenang Geo Run De Krakal Kebumen 10K 2019 didominasi para atlet dari luar Kebumen. Untuk kategori umum putra, juara 1 diraih Rikki Martin dari Kodam Jaya, juara 2 diraih Asep Saepudin dari Kodam II Sriwijaya dan juara 3 Nurshodiq dari Yogyakarta. Untuk kategori umum putri, juara 1 Yanitasri dari Secapa TNI AD Bandung, juara 2 Pega Anggraini dari Secapa TNI AD Bandung dan juara 3 Inarotul Carifah dari Magelang.

Selanjutnya, kategori pelajar putra juara 1 Ma’rifatul Ngajib dari Puring, juara 2 Muhamad Miftah dari SMK Bina Karya 1 Karanganya dan juara 3 Anjar Agung dari SMK Bina Karya 1 Karanganyar. Sedangkan, kategori pelajar putri juara 1 Fathma Hilmiya dari SDN Bumirejo Kecamatan Kebumen, juara 2 Nur Rokhanah dari SMK Negeri 1 Kebumen dan juara 3 Uswatun Khasanah dari SMK Negeri 1 Kebumen.

Sementara itu, Widodo, Praktisi Branding yang juga putra asli daerah Kebumen berpendapat, kegiatan tersebut penting digelar secara rutin guna lebih memperkenalkan Kebumen kepada masyarakat luas. Apalagi, daerah ini telah berkomitmen menjadikan pariwisata sebagai sektor ekonomi unggulan.

“Apa yang disuarakan oleh Gus Yazid (sapaan akrab Bupati Kebumen, KH. Yazid Mahmfudz) sudah tepat. Sebab, penyelenggaraan event Geo Run yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah akan berdampak positif terhadap upaya pengembangan pariwisata di Kebumen,” kata Widodo kepada urbancity.id, di Depok, Selasa (7/8).

Peserta Geo Run, lanjut dia, akan merasakan langsung tetang berbagai keindahan destinasi wisata yang dimiliki Kebumen. Cerita pengalaman menyenangkan tersebut, tentu akan menjadi sarana promosi sangat efektif karena disampaikan oleh mereka secara langsung dari mulut ke mulut. “Meski begitu, dukungan publikasi media dengan pemberitaan yang massif dan maksimal tetap dibutuhkan,” pungkas Widodo.

Facebook Comments