Emerald Land Development Garap Proyek Mixed Use di Karawang

Emerald Land Development Garap Proyek Mixed Use di Karawang

- in Primary

Karawang – Developer properti Emerald Land Development menjalin kerjasama operasi (KSO) dengan PT Samudera Teknindo Hydraumatic, mengembangkan proyek mixed use development seluas 50 hektare diKarawang, Jawa Barat. Kawasan properti bertajuk ‘Emerald Neopolis’ tersebut akan mengintegrasikan bangunan landed house (rumah tapak)&apartemenhotel, pusat bisnis, pendidikan,serta perkantoran.

Direktur Utama Emerald Land Development Dodi Pramono mengatakan, Emerald Neopolis dikembangkan secara bertahap, mulai dari kawasan hunian tapak seluas 34 hektare yang dibangun dalam dua fase hingga high rise building (apartemen, perkantoran, pusat bisnis, pendidikan dan hotel) di area 16 hektare. Pembangunan fase pertama proyek ini diperkirakan akan menelan dana investasi sebesar Rp100 miliar.

“Dana sebesar itu kami penuhi dari internal perusahaan. Untuk investasi selanjutnya akan dikombinasi dengan pembiayaan perbankan. Saat ini kami tengah menjajaki kerjasama kredit konstruksi dengan beberapa bank,” katanya, saat pembukaan kantor pemasaran, di lokasi proyek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (18/7).

Dodi Pramono menjelaskan, proyek Emerald Neopolis menempati area yang cukup strategis yang berada di tengah-tengah kota, yakni Jalan Raya Pinayungan, Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Terletak persis di samping Jalan Tol Jakarta – Cikampek KM 52, dan hanya berjarak sekitar 10 menit menuju exit tol Karawang Barat.

Selain sederet pabrik skala besar di Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat seperti Toyota Motor Manufacturing Indonesia, FSMC Manufacturing Indonesia (anak usaha PT Astra Otoparts Tbk) serta Perakitan & AHM Parts Center, Emerald Neopolis juga dikelilingi bangunan perkantoran dengan ribuan pekerja.

Bahkan, ke depan lokasinya akan sangat strategis karena berada tepat di samping jalan arteri yang menghubungkan wilayah Karawang  Barat dan Karawang Timur. “Selama ini akses penghubung kedua wilayah tersebut hanya satu, yaitu melalui pusat Pemerintahan Kabupaten Karawang. Saat ini, rencana pembangunannya sudah masuk tahap finalisasi,” ungkapnya.

Proyek Emerald Neopolis mengusung konsep pengembangan modern green living yang sarat dengan ketersediaan ruang terbuka hijau cukup luas serta area publik lebih banyak. Sementara desain rumah mengedepankan gaya arsitektur modern kontemporer dengan mengoptimalkan fungsi setiap ruangan serta sirkulasi udara cukup memadai, sehingga penghuni dapat merasakan kenyamanan lebih.

“Untuk merealisasikan konsep pengembangan dan desain hunian yang nyaman tersebut, kami sengaja menggandeng konsultan arsitek ternama pimpinan Paul Tan, yaitu ARKdesign Architects. Adapun sejumlah karya design konsultan tersebut yang sudah banyak dikenal dari mereka antara lain adalah proyek Central Park, HQUARTERS, Plaza Ambarrukmo dan Menara KADIN” terangnya.

Menurut Dodi, kawasan landed house pada Emerald Neopolis akan dikembangkan dengan sistem klaster. Pada fase pertama pengembang ini menawarkan Klaster Emerald Park seluas 13,5 hektare,yang mencakup 980 unit rumah serta puluhan ruko (rumah dan toko).

“Seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi, jumlah kebutuhan hunian untuk segmen menengah dan menengah atas terutama mereka yang bekerja di kawasan industri terus bertambah. Karenanya, kami punya keyakinan tinggi bahwa pengembangan Klaster Emerald Park akan selesai dalam empat sesi pemasaran atau dua tahun,” ujarnya.

Taat Aturan

Emerald Neopolis 2

Dodi Pramono mengaku, selama ini pihaknya selalu mentaati aturan perizinan terkait pengembangan properti sesuai ketentuan yang berlaku pada masing-masing daerah, sebelum melakukan aktivitas pemasaran. Pun Emerald Neopolis, sejak jauh hari sebelum ditawarkan ke konsumen sudah dilengkapi dengan izin prinsip pengembangan kawasan dan IMB (izin mendirikan bangunan).

Bahkan, seluruh lahan pengembangan Emerald Neopolis sudah bersertipikat induk. Sehingga, IMB seluruh unit hunian pada kawasan Emerald Park telah dipecah per kavling. Alhasil, legalitas kepemilikan unit hunian di kawasan tersebut telah terjamin keabsahannya. “Hal ini penting, agar setiap pemilik rumah merasa nyaman dan tidak mengalami persoalan hukum di kemudian hari,” tandas Dodi.

Seperti diketahui, Emerald Land Development sebelumnya telah mengembangkan lima proyek hunian, yaitu Emerald Land dan Emerald City di Jalan Tegar Beriman, Cibinong – Bogor, Cilebut Icon (Bogor), Emeralad Residence (Tangerang) serta Emerald Terace (Jati Asih – Bekasi). “Seluruh unit pada Emerald Land Cibinong sudah ter-delivery kepada konsumen. Sedangkan proyek lainnya masih on progress termasuk Emerald Residence Tangerang sudah mencapai 50% dari total lahan yang dikembangkan,” kata Dodi.

Director Epic Property M. Gali Ade Nofrans, selaku konsultan dan koordinator pemasaran Emerald Neopolis, menambahkan, Klaster Emerald Park terdiri dari empat pilihan hunian, yaitupertama; Tipe Ametis dengan luasan 30/60 meter persegi (m2), mencakup dua kamar tidur dan satu kamar mandi, yang dibandrol seharga Rp400 jutaan. Kedua; Tipe Ruby (48/60 m2, dua lantai, dua kamar tidur, dan dua kamar mandi) seharga Rp500 jutaan. Ketiga, Tipe Safir (60/72 m2,dua lantai, tiga kamar tidur,dan dua kamar mandi) Rp600 jutaan.

Keempat; Tipe Diamond (88/91 m2, dua lantai, empat kamar tidur, dan tiga kamar mandi) Rp800 jutaan. “Ini merupakan tipe hunian mewah (premium), diperuntukan bagi konsumen yang sudah mapan. Memiliki view cukup bagus karena menghadap ke berbagai fasilitas kawasan, seperti taman seluas 2.000an m2, clubhouse, kolam renang, lapangan basket, children play ground, dan jogging track. Kami yakin dengan konsep dan berbagai fasilitas yang ditawarkan tersebut, pembeli dan penghuni dari klaster Emerald Park tidak hanya menikmati capital gain yang baik namun juga mendapatkan passive income berupa nilai sewa dengan target penyewa para pekerja yang beraktivitas di berbagai kawasan industri di wilayah Karawang,” paparnya.

Nofrans mengaku optimistis bahwa Klaster Emerald Park akan diserap pasar dengan cepat karena saat ini di Kawasan Karawang sendiri sudah berkembang sangat cepat dibantu oleh aktivitas industri dan infrastruktur yang terus digiatkan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Untuk itu, berbagai kemudahan kepemilikan rumah pun ditawarkan, mulai dari cara bayar hard cash, cicilan bertahap hingga 18 bulan, hingga KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dengan down payment (DP) yang bisa diangsur sebanyak enam kali.

“Sudah kami simulasikan dimana besaran angsuran KPR untuk unit-unit hunian di Klaster Emerald Park terbilang cukup ringan, yaitu sekitar Rp3 – 4 jutaan per bulan. Harga terjangkau dengan cara bayar yang memudahkan ini sengaja ditawarkan karena kami punya misi menjawab kebutuhan hunian bagi generasi milenials,” terangnya.

Selain itu, lanjut dia, guna memudahkan transaski kepemilikan rumah bagi masyarakat pekerja terutama generasi milenials di kawasan industri Karawang, pengembang Emerald Land Development juga akan menjalin kerjasama dengan perbankan baik konvensional maupun syariah.

Saat ini sudah ada dua bank besar yang telah resmi mendukung pengembangan proyek Emerald Neopolis, yaitu Bank BTN dan OCBC NISP. “Ke depan perseroan akan menjalin kerjasama dengan bank lebih banyak lagi, baik untuk pembiayaan konstruksi maupun KPR. Saat ini, kami tengah melakukan penjajakan kerjasama dengan Permata Bank,” pungkas Dodi.

Facebook Comments