BCA Syariah Siap Memacu Pertumbuhan UMKM

BCA Syariah Siap Memacu Pertumbuhan UMKM

- in Loan

Jakarta – Pemerintah terus mendorong produk-produk usaha mikro kecil menengah (UMKM), agar ke depan mereka mampu menjadi unggulan. Namun sejauh ini, masih ada kendala pelaku bisnis UMKM khususnya dalam hal pembiayaan.

Berpulang pada hal tersebut, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Syariah (BCA Syariah), John Kosasih, dalam diskusi “Kolaborasi Bank Syariah-Fintech Memacu Pertumbuhan UMKM” pada Halal Expo 2019, di Jakarta Convention Center (JCC), akhir pekan lalu, menyatakan siap membantu para pelaku bisnis UMKM terkait proplem pembiayaan.

Bukan hanya itu, BCA Syariah juga menyatakan kesediaannya membantu mengelola manajemen keuangan pebisnis UMKM. Kehadiran BCA Syariah, kata John, sejatinya memang untuk mempermudah akses masyarakat pada sektor keuangan antara lain pembiayaan modal kerja.

Tawaran tersebut, seiring dengan maraknya pelaku UMKM yang tergiur dengan kemudahan pinjaman dana berbasis online. “Benar, layanan jasa aplikasi teknologi keuangan atau financial technologi (fintech), sangat mudah dan tanpa syarat,” aku John.

Namun, lanjutnya, masyarakat khususnya pelaku UMKM sebaiknya berhati-hati dalam menggunakan jasa aplikasi fintech. Sebab, kemudahan yang ditawarkan tak selalu diiringi jaminan keamanan serta kenyamanan terhadap nasabah. “Biasanya, semakin mudah mendapatkan pinjaman, resiko yang ditanggung nasabah akan lebih tinggi,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan, Pengamat Ekonomi Syariah Mohammad Solikin. Dia menyarankan, masyarakat harus pintar-pintar dalam memilih dan memutuskan menggunakan jasa salah satu fintech. Sebab di era teknologi sekarang bertumbuhan banyak fintech.

“Jangan tergiur dengan fintech yang menawarkan pinjaman dengan iming-iming prasyarat yang terlalu mudah. Sebab kalau seperti ini biasanya fintech tersebut nantinya bisa menjerat nasabah dengan bunga yang tinggi,” katanya.

Sebab, lanjut Solikin, kalau berbicara fintech dikelompokkan jadi dua yakni fintech syariah dan fintech non syariah. Itupun harus diketahui secara benar, apakah fintech syariah sudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau belum. Adapun hingga saat ini baru 7 fintech yang mendapatkan izin.

Karena itu, masyarakat diminta hati-hati dalam menggunakan jasa aplikasi teknologi keuangan atau financial technology (Fintech). Jangan tergiur dengan prasyarat yang mudah sehingga terjerat dalam utang yang menggunung dan membuat pusing sendiri untuk melunasinya. “Apakah fintech itu sudah diotoritasi belum, ini jadi PR pemerintah, bagaimana proses fintech syariah bisa mudah berkembang dan dikelola dengan baik,” kata dia.

John menambahkan, di satu sisi perkembangan yang terjadi di sektor keuangan saat ini sudah seperti yang dikatakan oleh Bill Gates: “Banking is necessary, bank are not”. Artinya transaksi perbankan semakin sedikit dilakukan di kantor bank. Kondisi ini pun telah dialami BCA Syariah.

Bayangkan, dari 20 juta transaksi keuangan setiap sehari tapi hanya 2% atau sekitar 400.000 transaksi yang dilakukan di kantor bank, sisanya terjadi di luar kantor. Diantara mereka, ada yang transaksi pakai ATM, internet banking, mobile banking dan lainnya. Kondisi ini terjadi karena kemajuan teknologi.

Jadi, layanan perbankan ke depan mengutamakan proses yang lebih cepat dan praktis yang memberikan banyak kelebihan ke nasabah. “Mau tidak mau bank itu harus berkolaborasi dengan fintech. Mau gak mau harus ikuti tren. Termasuk perbankan syariah. Bank harus terus mengembangkan diri sesuai teknologi agar bisa mengikuti kebutuhan masyarakat,” kata John.

Sementara itu, Direktur Bidang Inovasi Produk, Pendalaman Pasar, dan Pengembangan Infrastruktur Sistem Keuangan Syariah KNKS Ronald Rulindo mengatakan, untuk menciptakan ekosistem keuangan syariah di Indonesia tidak semudah itu karena masih banyak masyarakat awam yang masih belum mau switching atau beralih ke teknologi. “Tapi memang mau tidak mau, kita harus mengikuti perkembangan teknologi.

Intinya ke depan kami (KNKS) ingin menciptakan ekosistem keuangan syariah, dengan menggunakan model suatu agensi. Sebab kalau untuk membangun kantor cabang biayanya sangat mahal. Sehingga nantinya transaksi keuangan bisa dilakukan lewat agensi-agensi keuangan syariah ini,” kata Ronald.

Ronald menyarankan kepada masyarakat kalau memang ingin beralih dari perbankan kovensional ke perbankan syariah maka bisa dilakukan pertama-tama dengan langkah awal yaitu mengalihkan tabungannya atautransaksi keuangan ke perbankan syariah. “Awali dengan menyimpan dan menggunakan jasa keuangan dari perbankan syariah,” pungkas Ronald.

Facebook Comments