Axinan Kolaborasi Dengan Bukalapak Berikan Solusi Perlindungan Digital

Axinan Kolaborasi Dengan Bukalapak Berikan Solusi Perlindungan Digital

- in News In Brief

Jakarta, – Axinan, perusahaan insurtech (insurance technology) berbasis di Singapura, hari ini mengumumkan kemitraan mereka dengan Bukalapak.

Kedua perusahaan berkolaborasi di bidang perlindungan elektronik dan pengiriman barang, dengan Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia) sebagai penanggung asuransi.

Kemitraan ini memberikan solusi bagi pelapak dan konsumen di platform Bukalapak. Dengan fitur harga dinamis yang dapat disesuaikan dan manajemen klaim yang sudah menggunakan sistem digital.

Melalui igloo, produk Axinan, konsumen yang berbelanja di platform Bukalapak kini dapat memilih untuk mengasuransikan barang belanjaan mereka dari kerusakan atau kehilangan saat pengiriman.

Selain itu, konsumen dapat memilih perlindungan untuk ponsel, laptop, dan tablet ketika mereka membeli melalui platform Bukalapak – dengan beberapa kategori lagi yang akan diluncurkan setelah peluncuran resmi.

Menurut laporan dari Google dan Temasek tentang ekonomi digital di Asia Tenggara, bisnis eCommerce ASEAN diperkirakan akan meningkat lebih dari tiga kali lipat, di mana untuk Indonesia, pasar perdagangan online diproyeksikan akan meroket dari pengeluaran US $ 8 miliar pada tahun 2017 menjadi US$ 65 miliar pada tahun 2022.

Mengutip laporan yang sama, Brink News (layanan berita digital dari firma riset Marsh & McLennan Insights) mencatat bahwa perubahan model distribusi asuransi di Asia, peningkatan penetrasi seluler di ASEAN dan populasi kelas menengah yang mengerti teknologi adalah faktor pendorong utama dalam pertumbuhan industri asuransi digital.

Dengan pasar eCommerce lokal yang terus tumbuh, layanan pelengkap seperti pengiriman juga akan turut meningkat dengan sendirinya. Namun, risiko yang terkait dengan barang selama pengiriman kurang diperhitungkan oleh pihak ritel, sehingga perlu ditanggung oleh konsumen.

Menanggapi kebutuhan akan solusi dari hal tersebut, Wei Zhu, Pendiri dan CEO Axinan, mengatakan, dengan boomingnya eCommerce di Indonesia, ada kebutuhan yang muncul akibat risiko yang melekat dengan pasar eCommerce, yaitu kerusakan dan kehilangan dalam pengiriman barang.

“Kami secara aktif berupaya untuk memenuhi kebutuhan ini dengan partner asuransi kami, Sompo Insurance Indonesia. Kami memastikan bahwa produk asuransi yang dibuat akan mudah digunakan,, dapat diakses oleh siapapun, dan selalu tersedia bagi konsumen yang paling membutuhkan. Dengan berkolaborasi bersama Bukalapak, kami dapat memanfaatkan jaringan konsumen mereka yang luas, sehingga kami dapat menawarkan solusi kami kepada konsumen yang lebih luas.” Ujarnya dlm keterangan pers yang diterima mikronews, Selasa, (27/8/2019).

Victor Lesmana, Director of Payment, Fintech, and Virtual Products, Bukalapak mengatakan, pihaknya sangat senang dapat bermitra dengan Axinan untuk memberi konsumen Bukalapak pengalaman berbelanja dengan mudah.

“Selain itu, klaim yang sepenuhnya digital melalui Axinan akan memungkinkan kami untuk memberi konsumen pengalaman berbelanja yang mudah, aman, dan nyaman, sejalan dengan misi kami yang bertumpu pada inovasi teknologi yang diciptakan untuk memfasilitasi pemenuhan kebutuhan konsumen. Kemitraan ini sangat tepat dan akan memberi kami keunggulan kompetitif karena kami dapat memenuhi kebutuhan konsumen kami.” Katanya.

Raunak Mehta, Chief Commercial Officer, Axinan berharap kerjasama ini akan menciptakan dampak besar dalam lanskap e-commerce Indonesia. Dengan tujuan bersama untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia, terutama yang paham teknologi dan menggunakan platform digital dalam banyak aspek kehidupan mereka.

“Kami menantikan kemitraan yang lebih jauh dengan Bukalapak – dimulai dengan asuransi gadget dan asuransi pengiriman kami serta lebih banyak solusi inovatif lainnya di masa yang akan datang.” Ujarnya

Kedua perusahaan memiliki rencana untuk memperluas jangkauan solusi yang mereka berikan, terutama di bidang perlindungan gadget. Berkantor pusat di Singapura, Axinan beroperasi di Australia, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan kantor pengembangan di Cina dan Taiwan.

Facebook Comments