2018, Kinerja Summarecon Memuaskan

2018, Kinerja Summarecon Memuaskan

- in News In Brief

Jakarta – Dalam situasi yang sulit di tahun 2018, PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) berhasil mencatat laba bersih Rp690,6 miliar dari total pendapatan sebesar Rp5,6 triliun, atau naik 30%. Angka ini menurun 0,4% dibanding tahun sebelumnya.

Tahun 2018, Summarecon berhasil membuka dua lokasi baru; perumahan Srimaya di Bekasi Selatan (Agustus) dan Summarecon Mutiara Makassar (November). Pada saat peluncuran lokasi baru ini, perseroan berhasil membukukan angka yang sangat menggembirakan dengan penjualan masing-masing sebesar Rp190 miliar dan Rp270 miliar.

Demikian dikatakan Adrianto P. Adhi, Direktur Utama Summarecon dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), yang diselenggarakan, pada Kamis (20/6). Dimana, salah satu agendanya adalah persetujuan Laporan Tahunan Perseroan, termasuk pengesahan Laporan Keuangan, dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2018.

Menurut dia, performa kinerja yang baik tersebi diraih perseroan di tengah kondisi yang menantang, dimana perekonomian global masih dibayangi oleh ketidakpastian dengan melambatnya tingkat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

“Selain, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat juga masih terus terdepresiasi pada paruh pertama tahun 2018 dan mencapai level terendah Rp15.200,- pada paruh kedua,” kata Adrianto P. Adhi, saat RUPST di Klub Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Ekonomi Indonesia, lanjut dia, kala itu juga dipengaruhi oleh ketidakpastian global baik dari faktor ekonomi dan politik, maka perusahaan berupaya mengubah bauran produk yang berorientasi kepada permintaan pasar. Dari penerapan strategi ini, penjualan produk rumah memberikan kontribusi sebesar 64%, apartemen 16%, dan properti komersial sebesar 20% dari total pra-penjualan pemasaran.

Adrianto menyebut, unit bisnis pengembangan properti masih merupakan kontributor terbesar bagi perusahaan yaitu 61% dari total pendapatan, dengan nilai sebesar Rp3.435 miliar, turun sebesar Rp167 miliar atau 5% dibandingkan pendapatan tahun lalu sebesar Rp3.603 miliar.

“Meskipun pendapatan lebih rendah, perusahaan berhasil memperbaiki kinerja operasional dengan meningkatnya laba usaha sebesar Rp78 milyar (9%) menjadi Rp954 miliar dari Rp875 miliar pada tahun sebelumnya,” imbuhnya.

 Sementara, unit bisnis ini mencatat pendapatan sebesar Rp1.491 miliar, meningkat  Rp91 miliar (7%) dibandingkan tahun 2017. Unit bisnis ini berkontribusi 26% terhadap total pendapatan Perusahaan di mana 95% kontribusi datang dari bisnis mall dan retail. Laba Usaha meningkat Rp75 miliar (17%) menjadi Rp525 miliar.

Sedangkan bisnis hotel, klub rekreasi, town management dan berbagai fasilitas pendukung yang terintegrasi pada kawasan. Semua bisnis ini mencatat pendapatan sebesar Rp733 miliar, meningkat sebesar Rp96 milyar (15%) dibandingkan tahun sebelumnya.

Bisnis lainnya mempunyai kontribusi sebesar 13% dari total pendapatan Perusahaan selama tahun berjalan dan hanya 5% dari total laba usaha. Total pendapatan dari bisnis hotel meningkat sebesar Rp61 milyar menjadi Rp344 milyar di tahun 2018.

Pada RUPS Tahunan ini telah diputuskan bahwa pembagian dividen adalah sebesar Rp5 per lembar saham, atau setara 10% laba bersih perseroan. Selain itu, perseroan juga mengumumkan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi, sebagai berikut:

Komisaris Utama Ir. Soetjipto Nagaria, Komisaris Harto Djojo Nagaria serta Edi Darnadi, Lexy Arie Tumiwa, dan Ge Lilies Yamin masing-masing menjabat Komisaris Independen. Sementara direktur utama dijabat oleh Adrianto P. Adhi dan posisi direktur diisi oleh tujuh orang, yakni Liliawati Rahardjo, Soegianto Nagaria, Herman Nagaria, Sharif Benyamin, Lidya Tjio, Nanik Widjaja, dan Jason Lim.

Melihat prospek usaha di tahun 2019, Summarecon optimis akan berjalan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Penyelenggarakan Pemilu April 2019 lalu, yang berlangsung relatif aman, lancar, dan kondusif, perseroan meyakini tingkat kepercayaan konsumen pada pasar properti akan pulih bahkan meningkat, dan situasi ini akan menggairahkan kembali penjualan properti di semua segmen.

Perusahaan dengan sangat hati-hati menetapkan target sebesar Rp 4 triliun yang akan diperoleh dari 6 lokasi saat ini yaitu: Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Karawang, Bandung dan Makassar. “Komitmen kami untuk terus memberikan produk- produk berkualitas tinggi dan pengembangan berkelanjutan yang identik dengan merek Summarecon akan membuat Perseroan mampu melewati tahun yang penuh tantangan”, pungkas Adrianto P. Adhi.

Facebook Comments